CIREBON– Berani pasang target besar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Cirebon secara terbuka menyatakan ambisinya untuk merebut kursi Wali Kota hingga pimpinan DPRD dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke-4 yang digelar, Sabtu (18/4/2026).
Ketua DPC PKB Kota Cirebon, Saefurohman menegaskan, bahwa Muscab bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum penting untuk menyatukan kekuatan politik ke depan.
“Muscab adalah sebuah proses yang tidak hanya menjadi agenda organisasi saja, tapi juga ruang untuk mempererat komitmen dan menyatukan langkah ke depan. Tidak mudah menggapai sesuatu di Kota Cirebon ini, membangun bagaimana ‘menghijaukan’ PKB di Kota Cirebon,” ujar Saefurohman, saat sambutannya, Sabtu (18/4/2026).
Pria yang kerap disapa Gus Ipul itu memaparkan, capaian PKB selama lima tahun terakhir yang disebutnya sebagai tonggak sejarah baru di Kota Cirebon.
“Selama lima tahun ini, PKB telah membuat sejarah di Kota Cirebon. Kami berhasil menghantarkan Ibu Wakil Wali Kota dalam Pilkada 2018. Selain itu, kursi legislatif kita naik dari dua kursi menjadi tiga kursi, sehingga sekarang PKB memiliki fraksi sendiri di DPRD Kota Cirebon,” ucapnya.
Gus Ipul juga menekankan, bahwa perjalanan tersebut tidak mudah, namun menjadi bukti bahwa PKB terus berkembang di tengah dinamika politik daerah.
“Kami DPC PKB selama 5 tahun dengan situasi dan kondisi apa pun, berupaya membuat sejarah di Kota Cirebon berubah, khususnya PKB Kota Cirebon,” jelas dia.
Tak berhenti pada capaian, PKB kini memasang target yang jauh lebih tinggi pada periode mendatang.
“Harapan PKB ke depan adalah bagaimana PKB punya Wali Kota, harus punya pimpinan DPRD, dan minimal 6 kursi,” katanya.
Menurutnya, seluruh target tersebut merupakan bagian dari proses panjang perjuangan politik yang dilandasi komitmen untuk masyarakat.
“PKB selalu eksis untuk melayani dan peduli pada masyarakat Kota Cirebon,” ujarnya.
Muscab ke-4 ini sendiri dihadiri jajaran pengurus dari tingkat DPAC hingga ranting, serta membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari laporan pertanggungjawaban hingga penetapan program kerja ke depan.
Refleksi Wakil Wali Kota

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, turut menyampaikan refleksi atas pengabdiannya selama menjabat.
Perempuan yang akrab disapa Rida itu menegaskan bahwa jabatan yang diembannya merupakan amanah besar.
“Amanah sebagai wakil wali kota akan dipertanggungjawabkan kepada partai, masyarakat dan di akhirat,” ucap Rida.
Ia juga mengakui, bahwa selama satu tahun menjabat, dirinya belum mampu sepenuhnya memenuhi seluruh aspirasi masyarakat.
“Saya mengakui belum maksimal. Mohon dimaafkan apabila belum mampu secara maksimal mengakomodir semua aspirasi masyarakat,” jelas dia.
Menurut Rida, berbagai keterbatasan menjadi tantangan dalam menjalankan program pemerintahan.
“Dalam dinamika pemerintahan, tidak semua ruang bisa direalisasikan karena efisiensi dan keterbatasan anggaran,” katanya.
Meski demikian, ia memastikan komitmennya untuk tetap hadir bagi masyarakat dalam kondisi apa pun.
“Ketika kewenangan terbatas maka pelayanan tidak boleh ikut terbatas,” ujarnya.
Ia juga menekankan, bahwa politik harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar kontestasi kekuasaan.
“Berpolitik bukan sekadar menang dan kalah, tapi berpolitik yang menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Kota Cirebon,” ucap Rida.
Rida menambahkan, bersama PKB, sejumlah program sosial telah dijalankan, mulai dari pembangunan rumah tidak layak huni (rutilahu), pemberdayaan UMKM, hingga kegiatan sosial di tengah masyarakat.
“Sebagai kader PKB, peduli umat melayani rakyat menjadi kompas langkah saya dalam menghadapi situasi politik,” jelas dia.
Kegiatan Muscab ini juga dihadiri Sekretaris Wilayah DPW PKB Jawa Barat, Acep Jamaluddin, beserta jajaran, sebagai bagian dari konsolidasi partai menjelang agenda politik mendatang.












