CIREBON – Tercatat 136 Dokter Lulusan Baru dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) mengikuti Sumpah Dokter ke 29 tahun 2026 di Hotel Aston Cirebon pada Kamis 12 Februari 2026. Kepada RRI usai kegiatan sumpah dokter Dekan FK UGJ dr Catur Setiya Sulistiana mengatakan, Sumpah dokter ke 29 ini diikuti oleh 136 lulusan dokter baru yang lulus UKMPPD periode November 2025.
”Sumpah Dokter bukan hanya seremoni akademik akan Tetapi juga peristiwa bersejarah yang menandai lahirnya generasi dokter baru, dokter lulusan FK UGJ Cirebon yang siap mengabdi untuk masyarakat di wilayah Cirebon, Jawa Barat dan Indonesia.” ujarnya
Lebih lanjut dr Catur mengatakan Fakultas Kedokteran UGJ kedepan akan terus berkomitmen menjadi pusat pendidikan kedokteran yang unggul dan terbaik di wilayah Ciayumajakuning Jawa Barat dan nasional.
”Alhamdulillah, FK UGJ telah meraih Akreditasi Unggul selama 5 tahun, ini Adalah merupakan prestasi yang sangat luar biasa bagi FK UGJ dan juga merupakan bukti nyata bahwa mutu akademik dan tata Kelola FK UGJ sudah sangat baik di Indonesia,” ucapnya.
Di Indonesia baru, menurut Catur, hanya 2 FK Swasta yang telah terakreditasi Unggul. Akreditasi ini maksimal 5 tahun dari LAM PTKES dengan menggunakan standar terbaru yaitu kualitatif dengan 8 kriteria, yaitu FK UGJ dan salah satu FK Muhamadiyah di Indonesia.
“Ini tentunya adalah capaian yang sangat luar biasa bagi FK UGJ bilamana disejajarkan dengan FK-FK lain di Indonesia, terima kasih kami sampaikan pada Ketua yayasan, Rektor, Pimpinan UGJ serta terutama pada Pimpinan FK, Tim Task Force serta Civitas akademika FK juga termasuk mahasiswa dan alumni sehingga FK UGJ dapat meraih Akreditasu Unggul maksimal 5 tahun.” tuturnya.
FK UGJ, kata Catur, sedang melakukan upaya mengembangkan Program student exchange dan lecture exchange bekerjasama dengan PT Mitra diluar negeri, mulai Poitiers University, Mahidol University, Radboud University dan Masstrich University baik dengan menggunakan Program Erasmus Plus For Mobility maupuan anggaran dari FK, tujannya agar mahasiswa dan dosen memiliki kemampuan dan kompetensi serta wawasan Internasonal di bidang kedokteran terutama Genomik dan bidang Biomedis.
Lebih lanjut dr Catur mengungkapkan Dalam 1 tahun ini FK UGJ telah menerima secara rutin student exchange mahasiswa dari Radboud University Belanda yang belajar terkait Tropical Disesase selama 3 bulan di FK UGJ, RSUD Waled dan Puskesmas di Kabupaten Cirebon.
“Alhamdulillah hasil Evaluasi dari Prof Renold selaku perwakilan Radboud University, mahasiswanya sangat senang dan banyak mndapatkan pengalaman selama berada di Cirebon,” paparanya.
Selain itu FK UGJ selama ini melakukan Kerja sama nasional dan internasional terkait bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Pengabdian masyarakat berbasis kearifan local serta berjejaring global, dan ini dibuktikan dengan keikutsertaan secara maksimal mahasiswa FK dan Dosen FK UGJ dalam kegiatan KKN dan Pengabdian Masyarakat Internasional di Malaysia, dengan mengikutsertakan 13 mahasiswa semester 7 dan 4 dosen FK UGJ.
“Dalam waktu dekat FK UGJ berkomitmen untuk bisa menyelenggarakan Program Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Program Spesialis Anestesi, Program Studi S1 Gizi, dan pengembangan layanan kesehatan lainnya,” katanya.
Catur menambahkan, FK UGJ hadir dengan sistem pendidikan yang inklusif dan ramah keluarga dan tentunya berkomitmen untuk mencetak dokter yang kompeten. Berkualitas dan memiliki empati.
“Di FK UGJ, kami menyediakan banyak fasilitas, diantaranya Dana pembangunan dapat dicicil 3 kali, Fasilitas laptop untuk mahasiswa baru, Akses e-book kedokteran, Asrama gratis 1 tahun, Lab kit lengkap, dan dan sarana dan prasarana yang sangat mendukung proses belajar mahasiswa yang baik Untuk lulusan terbaik PSPD di Sumpah Dokter ke 29 adalah dr. Chandra Eka Ramadhani IPK 3,76.” pungkasnya.
Teristimewa bagi FK UGJ Cirebon yang tentu merupakan suatu kebanggan bagi kami Adalah ada 3 dokter yang dulu saat mengikuti kegiatan Kepaniteraan Klinik namun bisa mengikuti kegiatan Program Erasmus+Scholarship for research intern at universite de poitiers (belajar tentang genetika selama 2 bulan dan semua biaya dari tiket pesawat, uang saku dan akomodasi ditanggung oleh Program Erasmus). Adapun mahasiswa yang sekarang sudah jadi dokter tersebut adalah dr Rifa Ariqoh, dr. Millah Afniya Hasanah, dan dr. Alfafa Millah Darajah.
“Dokter sejati tidak hanya menyembuhkan tubuh, tetapi juga menenangkan jiwa.” ucapnya.
Rektor UGJ Cirebon, Prof Dr Achmad Faqih SP MM mengucapkan selamat atas terselenggaranya sumpah dokter XXIX. Ini momen penting bagi dokter dan orang tua yang selama ini memberikan dukungan. Menurut Rektor, Ini prestasi FK UGJ, apalagi UKMPPD sudah diatas 80 persen dan ini prestasi membanggakan karena prosentase kelulusannya mencapai target, lebih spektakuler lagi FK UGJ meraih akreditasi Unggul.
”Harapan kami, ini menjadi jembatan, sesuai visi misi UGJ sedang giat giatnya mengembangkan prestasi. UGJ 60 persen sudah akreditasi unggul. Kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dunia terus kami kembangka dan Sebagian ada yang melaksanakan KKN Internasional di Malaysia. Beberapa tahun ini sudah menggelar magang industri internasional. Baik industri yang di Jepang, Taiwan dan Korea Selatan. Ini kinerja kita agar UGJ bermartabat. Marilah sekiranya punya anak tetangga saudara bisa memilih UGJ sebagai tempat kuliah. Satu satunya di Ciayumajakuning yang akreditasinya unggul. 3 tahun kedepan UGJ menargetkan dosennya bergelar doctor,” tandasnya.
Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, Prof Dr Mukarto Siswoyo MSi mengatakan, hari ini baru saja kita saksikan yang disebut sumpah dokter. Perlu kita ketahui khususnya dokter baru, hari ini bukan seremonial tapi ini momentum komitmen menjalankan profesi sebagai dokter.
”Sebagai dokter professional, setidaknya ada 3 pondasi, pondasi pertama yakni Keilmuan bidang kedokteran yang ditempuh selama 6 tahun. Ditempa dengan seluruh keilmuan, pondasi kedua adalah skill yakni ketrampilan telah dilatih bagaimana melaksanakan praktek seorang dokter, mendiagnosis sebagai dokter. Pondasi ketiga adalah Attitude, perilaku dan etika sebagai seorang dokter dan Etika bidang kedokteran perlu dijunjung tinggi, dan menjadi panduan dalam melaksanakan praktek,” ujarnya.
Kepada orang tua, kata Mukarto, hari ini bukan akhir perjuangan putra putri, kemarin telah membiayai dan mendoakan putra putri demi menjadi seorang dokter dan hari ini lulus dan menyandang gelar dokter. Tapi tidak cukup sampai disitu, mari bersama sama awasi mereka jangan sampai terjerumus berbagai godaan yang merusak martabat profesi. Pegang teguh, kembangkan soft skill karena penting.












