Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Ciayumajakuning Terjaga, OJK Cirebon Perkuat Literasi Dan Inklusi Keuangan

CIREBON – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menilai kondisi sektor jasa keuangan di wilayah Ciayumajakuning (Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) tetap terjaga stabil pada Triwulan I 2026.

Stabilitas tersebut tercermin dari pertumbuhan kredit, peningkatan aset perbankan, pertumbuhan investor pasar modal, hingga semakin luasnya akses layanan keuangan bagi masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, OJK Cirebon juga terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai program edukasi, pengembangan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI), serta peningkatan layanan perlindungan konsumen agar masyarakat semakin bijak dalam menggunakan layanan keuangan formal.

Perkembangan Sektor Perbankan (Bank Perekonomian Rakyat/BPR), Kinerja Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di wilayah Ciayumajakuning pada Triwulan I tahun 2026 mengalami pertumbuhan positif baik secara yoy, ytd maupun mtm yang tercermin dari beberapa indikator.

Penyaluran kredit sampai dengan Maret 2026 baik secara yoy, ytd, dan mtm mengalami peningkatan masing-masing sebesar 5,31 persen, 7,55 persen dan 0,23% menjadi Rp2,162 triliun. Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut diiringi dengan penurunan porsi kualitas kredit macet yang ditunjukkan oleh rasio NPL, secara yoy dan ytd masing-masing mengalami penurunan sebesar 2,15 persen dan 2,19 persen.

Pertumbuhan aset pada Maret 2026 baik secara yoy, ytd, dan mtm mengalami peningkatan masing-masing sebesar 7,02 persen, 3,16 persen, dan 1,14 persen menjadi Rp2,96 triliun. Demikian juga, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami peningkatan baik secara yoy dan mtm masing-masing sebesar 0,98 persen dan 0,52 persen menjadi Rp2,24 triliun.

Dari sisi rentabilitas, per Maret 2026, rasio ROA BPR secara yoy dan ytd tercatat mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,30 persen dan 1,23 persen menjadi 2,10 persen, sedangkan secara mtm mengalami peningkatan sebesar 0,99 persen.

Sejalan dengan rasio BOPO yang mengalami peningkatan secara yoy dan ytd masing-masing sebesar 1,81 persen dan 5,80 persen menjadi 87,72 persen.

Indikator positif lainnya tercermin dari permodalan BPR yaitu Capital Adequacy Ratio (CAR) masih terjaga dan mengalami peningkatan secara yoy sebesar 1,81 persen menjadi 21,74 persen.

Secara sektoral, terdapat lima sektor ekonomi yang menjadi fokus penyaluran Kredit BPR di Ciayumajakuning per Maret 2026 yaitu sektor Bukan Lapangan Usaha Lainnya sebesar 40,74 persen atau Rp871,75 miliar; sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 34,94 persen atau Rp747,65 miliar; sektor Bukan Lapangan Usaha – Rumah Tangga sebesar 8,15 persen atau Rp174,39 miliar, sektor Jasa Kemasyarakatan, Sosial Budaya, Hiburan dan Perorangan Lainnya sebesar Rp76,9 miliar atau 3,59 persen; dan sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan sebesar Rp76,55 miliar atau 3,58 persen.

OJK Cirebon terus mendorong dan melakukan monitoring penerapan POJK Nomor 12 Tahun 2024 tentang Penerapan Strategi Anti-Fraud bagi Lembaga Jasa Keuangan di seluruh BPR yang berada di bawah pengawasan Kantor OJK Cirebon. Selanjutnya, kami juga mendorong penguatan BPR melalui konsolidasi sebagaimana POJK Nomor 7 Tahun 2024 tentang Bank Perekonomian Rakyat dan Bank Perekonomian RakyatSyariah.

Sektor Perbankan (Kantor Cabang Bank Umum dan Bank Umum Syariah) Pada periode Triwulan I Tahun 2026, indikator kinerja Kantor Cabang (KC) Bank Umum di Wilayah Kantor OJK Cirebon mengalami peningkatan secara mtm dan ytd.

Kredit yang disalurkan meningkat sebesar 0,13 persen secara mtm dan 37,01% secara ytd menjadi Rp48,19 triliun. Sejalan dengan Aset dan Penghimpunan DPK yang turut mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,54 persen dan 1,16 persen secara ytd dengan rincian masing-masing menjadi Rp59,63 triliun dan Rp41,31 triliun. Rasio kredit bermasalah atau rasio Non-Performing Loan (NPL) masih terjaga sebesar 3,61 persen walaupun tercatat mengalami penurunan dari menjadi 0,04 persen.

Secara nominal, fokus penyaluran kredit KC Bank Umum masih didominasi oleh kredit konsumsi sebesar 48,4 persen atau sejumlah Rp23,33 triliun. Namun, dari sisi pertumbuhan, kredit investasi mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 0,95 persen secara mtm, sedangkan secara ytd kredit konsumsi memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 44,66%.

Kinerja Bank Umum Syariah di Wilayah Kantor OJK Cirebon pada Triwulan I Tahun 2026 mengalami peningkatan pertumbuhan yang cukup baik. Pembiayaan yang disalurkan meningkat sebesar 1,30 persen secara mtm dan 1,45% secara ytd menjadi Rp7,78 triliun. Aset mengalami peningkatan sebesar 0,52 persen secara mtm menjadi Rp8,37 triliun, meski secara ytd mengalami penurunan sebesar 4,52%. Walau DPK mengalami penurunan sebesar 0,34 persen secara mtm dan 6,44% secara ytd menjadi Rp5,54 triliun, namun masih dalam rentang batas aman. Rasio pembiayaan bermasalah yang tercermin dari Non-Performing Finance (NPF) masih terjaga sebesar 2,82 persen.

Secara nominal maupun kinerja, fokus penyaluran kredit KC Bank Umum Syariah masih didominasi oleh kredit konsumsi sejumlah Rp6,06 triliun sekaligus sebagai kredit dengan pertumbuhan tertinggi secara ytd sebesar 3,15%. Di lain sisi, kredit modal kerja memiliki peningkatan kredit tertinggi secara mtm sebesar 24,56%.

Sebagai upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di wilayah Ciayumajakuning, melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), OJK Cirebon bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait melaksanakan berbagai program edukasi keuangan syariah kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prinsip dan produk layanan keuangan syariah sekaligus mendorong pemanfaatan layanan keuangan syariah secara lebih luas, sehingga dapat mendukung penguatan akses keuangan yang inklusif serta pengembangan sektor ekonomi berbasis syariah di daerah.

Kinerja Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Kinerja LKM di Ciayumajakuning per Maret 2026 mengalami peningkatan secara yoy pada beberapa indikator yaitu aset mengalami peningkatan sebesar 178,14 persen yoy menjadi Rp54,84 miliar serta penghimpunan DPK mengalami kenaikan sebesar 72,94 persen menjadi Rp23,54 miliar.

Namun demikian, pinjaman yang disalurkan mengalami peningkatan sebesar 76,03 persen yoy menjadi Rp33,61 miliar.

Kinerja LKMS secara yoy per Maret 2026 tercermin dari peningkatan aset sebesar 0,88 persen yoy menjadi Rp35,64 miliar, pembiayaan yang disalurkan menurun sebesar 2,36 persen menjadi Rp17,55 miliar, penghimpunan DPK tercatat sebesar Rp10,47 miliar.

Pasar modal

Kinerja pasar modal wilayah Ciayumajakuning per Maret 2026 terus menunjukkan pertumbuhan positif. Jumlah investor pasar modal yang ditunjukkan oleh jumlah Single Investor Identification (SID) secara konsisten mengalami kenaikan menjadi 567,6 ribu dengan rincian pertumbuhan secara yoy sebesar 79,8 persen dan secara mtm sebesar 10,4 persen.

Pada periode yang sama, akumulasi transaksi saham di Ciayumajakuning mencapai Rp2,57 triliun, meningkat sebesar 101,26 persen secara yoy. Seluruh apresiasi indikator tersebut mencerminkan tingkat literasi masyarakat terhadap sektor pasar modal mengalami peningkatan yang disertai dengan peningkatan optimisme masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal.

Pelayanan Konsumen

Dalam hal pelayanan konsumen sektor jasa keuangan, sepanjang periode Triwulan I Tahun 2026, OJK Cirebon telah memberikan layanan sejumlah 901 konsultasi dan pengaduan konsumen, dengan rincian konsultasi dan pengaduan yang disampaikan secara langsung ke OJK Cirebon atau walk-in sebesar 78,36 persen atau sebanyak 706 layanan serta konsultasi yang disampaikan melalui surat/APPK sebesar 21,64 persen atau sebanyak 195 layanan.

Secara sektoral, lima layanan konsultasi dan pengaduan tertinggi yaitu fintech lending sebesar 32,85 persen atau sebanyak 296 layanan, selanjutnya diikuti oleh pengaduan Bank Umum sebesar 32,52 persen atau sebanyak 293 layanan, pengaduan Lain-Lain sebesar 11,21 persen atau sebanyak 101 layanan, pengaduan Perusahaan Pembiayaan sebesar 8,66 persen atau 78 layanan, dan pengaduan BPR serta entitas ilegal yang masing-masing sebesar 6,33 persen atau sebanyak 57 layanan.

Dalam periode yang sama, pelayanan SLIK debitur yang telah diproses OJK Cirebon sebanyak 4.770 permintaan layanan, dengan rincian 3.021 diajukan secara offline atau walk-in dan 1.749 diajukan secara online melalui laman idebku.ojk.go.id.

Berdasarkan jenis permasalahan yang dikonsultasikan dan/atau diadukan, didominasi oleh Sistem layanan Informasi Keuangan (SLIK) sebesar 21,86 persen atau 197 layanan, selanjutnya diikuti oleh penipuan sektor jasa keuangan sebesar 16,32 persen atau 147 layanan, penyalahgunaan data sebesar 9,66 persen atau 87 layanan, permasalahan lainnya sebesar 7,21 persen atau 65 layanan, serta permintaan keringanan sebesar 5,77 persen atau 52 layanan.

Berdasarkan status mata pencaharian, konsultasi dan pengaduan dominasi segmen pegawai swasta sebesar 30,08 persen atau 271 konsumen, diikuti segmen wirausaha sebesar 26,30 persen atau 237 konsumen, segmen ibu rumah tangga (IRT) sebesar 19,20 persen atau 173 konsumen, ASN/TNI/Polri sebesar 13,32 persen atau 120 konsumen, pelajar dan mahasiswa sebesar 5,66 persen atau 51 konsumen, pensiunan sebesar 3,22 persen atau 29 konsumen, serta umum/lain-lain sebesar 2,22 persen atau 20 konsumen. Berdasarkan jenis kelamin, layanan konsultasi dan pengaduan didominasi Laki-laki sebesar 54,50 persen atau 491 konsumen dan Perempuan sebesar 45,50 persen atau 410 konsumen.

Berdasarkan wilayah, layanan konsultasi dan pengaduan didominasi wilayah

Kabupaten Cirebon sebesar 46,17 persen atau 416 layanan, diikuti Kota Cirebon sebesar 28,75 persen atau 259 layanan, Kabupaten Indramayu sebesar 10,21 persen atau 92 layanan, Kabupaten Kuningan sebesar 7,55 persen atau 68 layanan, Kabupaten Majalengka sebesar 6,22 persen atau 56 layanan, serta kota/kabupaten lainnya diluar wilayah Ciayumajakuning sebesar 1,11 persen atau 10 layanan.

Program Edukasi/Literasi dan Inklusi Keuangan Selama periode Triwulan I Tahun 2026, OJK Cirebon telah melaksanakan 59 kegiatan edukasi keuangan secara daring dan luring di seluruh wilayah kerja yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Majalengka, dengan total 7.324 peserta.

Dari sisi sebaran wilayah, kegiatan edukasi terbanyak dilaksanakan di Kota Cirebon sebanyak 23 kegiatan dengan 3.584 peserta, disusul Kabupaten Cirebon sebanyak 11 kegiatan dengan 1.310 peserta dan di Kabupaten Kuningan sebesar 10 kegiatan dengan 1.150 peserta di Kabupaten Kuningan, Kabupaten Indramayu sebanyak 8 kegiatan dengan 800 peserta, serta Kabupaten Majalengka sebanyak 7 kegiatan dengan 480 peserta.

Materi edukasi yang disampaikan mencakup keuangan konvensional, keuangan syariah, serta kombinasi keduanya. Pelaksanaan edukasi tersebut dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, antara lain pemerintah daerah, instansi vertikal, perguruan tinggi, lembaga jasa keuangan, media massa, serta komunitas masyarakat guna memperluas jangkauan literasi keuangan di wilayah Ciayumajakuning.

Selain edukasi reguler, OJK Cirebon juga melaksanakan sejumlah program tematik literasi dan inklusi keuangan sepanjang tahun 2026. Pada bulan Ramadhan, OJK Cirebon menyelenggarakan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) sebagai wadah kolaborasi antara OJK, industri jasa keuangan syariah, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta komunitas masyarakat dalam memperluas literasi keuangan syariah. Sepanjang periode tersebut, OJK Cirebon melaksanakan 16 kegiatan edukasi keuangan syariah dengan total 3.196 peserta dan total inklusi sebanyak 300 rekening tabungan haji.

Sebagai program unggulan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), OJK Cirebon terus mengakselerasi pengembangan Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa EKI) di wilayah Ciayumajakuning sebagai pendekatan berbasis komunitas dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan secara berkelanjutan. Di Tahun 2026, OJK Cirebon menetapkan 5 Desa EKI melalui masing-masing TPAKD yaitu:

1. Situ Cipanten – Desa Gunung Kuning, Kabupaten Majalengka

2. Kampung Nelayan Merah Putih, Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon

3. Desa Jagara, Kabupaten Kuningan

4. Desa Karangsong, Kabupaten Indramayu

5. Wisata Kuliner Jalan Moh. Toha, Kota Cirebon

Pada Triwulan I Tahun 2026, pengembangan Desa EKI di wilayah Ciayumajakuning terus diperkuat melalui dua lokus utama, yakni:

Desa Gunung Kuning, Kabupaten Majalengka

Pada 16 April 2026, OJK Cirebon bersama Bupati Majalengka Eman Suherman menandatangani komitmen bersama pengembangan Desa EKI di kawasan wisata Situ Cipanten, Desa Gunung Kuning. Kegiatan ini merupakan penguatan dari kegiatan Desa EKI yang telah dilaksanakan sejak tahun 2025.

Kawasan wisata Situ Cipanten dipandang memiliki potensi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis pariwisata. Aktivitas ekonomi yang berkembang di kawasan ini mulai dari pelaku UMKM, pengelola wisata, hingga sektor pendukung lainnya sehingga memerlukan dukungan literasi keuangan dan akses terhadap layanan jasa keuangan yang memadai.

Melalui program Desa EKI, OJK menghadirkan pendekatan terintegrasi yang meliputi edukasi literasi keuangan, peningkatan pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan formal, serta fasilitasi akses pembiayaan bagi pelaku usaha dan masyarakat produktif.

Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon

Pada 2 Maret 2026, OJK Cirebon bersama Anggota Komisi XI DPR RI Kardaya Warnika dan Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman menyelenggarakan kegiatan edukasi literasi keuangan yang merupakan Kick-Off Desa EKI dengan tajuk “Bahari Tangguh, Ekonomi Maju” bagi para nelayan di Kampung Nelayan Merah Putih, Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon.

Desa ini merupakan salah satu desa yang ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dalam program Kampung Nelayan Merah Putih, dengan aktivitas perikanan tangkap yang dominan dan peran strategis dalam perekonomian pesisir Kabupaten Cirebon.

OJK mendorong pengembangan Desa Gebang Mekar sebagai Desa EKI melalui pemetaan berbasis data terhadap tingkat literasi dan inklusi keuangan, identifikasi kebutuhan pembiayaan produktif, serta penguatan sinergi antara pemerintah desa, lembaga jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Selain sinergi dan kolaborasi melalui program kerja TPAKD, OJK Cirebon turut mendukung program pemerintah salah satunya yaitu program “PINTAR” milik Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan di Desa Paninggaran yang merupakan desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem. OJK Cirebon melakukan edukasi secara bertahap dan berkelanjutan untuk memperkenalkan lembaga jasa keuangan beserta produk dan layanannya, dengan menggandeng berbagai Lembaga Jasa Keuangan (LJK) guna memperluas akses dan pengetahuan masyarakat.

Sebagai bagian dari dukungan terhadap Program PINTAR di Desa Paninggaran, OJK Cirebon akan menyelenggarakan program “Buku Layak Pakai”, yakni pengumpulan dan penyaluran buku-buku bekas yang masih layak digunakan kepada siswa-siswi di sekolah-sekolah Desa Paninggaran. Program ini merupakan wujud nyata komitmen OJK Cirebon dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem, sekaligus mempererat hubungan antara OJK dengan masyarakat sebagai fondasi awal dalam membangun kepercayaan sebelum edukasi keuangan dilanjutkan secara lebih mendalam.

Ke depan, OJK Cirebon akan terus mengakselerasi program literasi dan inklusi

keuangan secara masif melalui product matching yang selaras dengan program TPAKD, yakni penyediaan akses keuangan yang terjangkau, mudah, dan murah bagi seluruh masyarakat Ciayumajakuning.

Sebagai komitmen OJK dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta terus tumbuh stabil berkelanjutan, Kantor OJK Cirebon juga berkomitmen untuk menjaga prinsip tata kelola yang baik dan menerapkan Program Pengendalian Gratifikasi. OJK Cirebon melarang seluruh stakeholders/rekanan/mitra kerja OJK Cirebon untuk memberikan hampers/hadiah/parsel dalam bentuk apapun kepada seluruh jajaran OJK Cirebon.

Dukungan dari seluruh pihak menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola yang bersih, transparan, dan berintegritas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *