Kasus Pembacokan di Jabang Bayi, Polisi Tetapkan Satu Orang Pelajar Jadi Tersangka

CIREBON – Kasus pembacokan yang terjadi di kawasan lampu merah Jabang Bayi, Kota Cirebon, sepekan lalu, pihak kepolisian menetapkan seorang pelajar berusia 16 tahun berinisial P sebagai tersangka dalam peristiwa tersebut.

Kejadian berdarah itu berlangsung pada Jum’at (1/5/26) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Korban berinisial S (24) saat itu tengah dalam perjalanan pulang bersama rekan-rekannya usai berkumpul. Setibanya di lokasi, korban berpapasan dengan tiga remaja yang berboncengan sepeda motor dan melanggar lampu lalu lintas.

Teguran yang disampaikan korban justru memicu cekcok. Dalam kondisi diduga terpengaruh minuman keras, salah satu pelaku turun dari sepeda motor dan langsung melakukan aksi pembacokan menggunakan senjata tajam.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di bagian wajah, meliputi area mata, pelipis, hingga bawah mata, dan hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar dalam doorstop di Mako Polres Cirebon Kota, didampingi Wakapolres Kompol Ari Nugroho, Kasatreskrim AKP M. Fadlillah dan Kasie Humas Polres Cirebon Kota AKP Aris Hermanto Rabu (6/5/2026), menyampaikan bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku utama.

“Kami telah menetapkan satu orang tersangka berinisial P (16), seorang pelajar. Peristiwa ini berawal dari teguran korban terhadap pelaku yang melanggar lampu lalu lintas, namun berujung pada aksi kekerasan menggunakan senjata tajam,” ujarnya.

Ia menambahkan, dari hasil penyelidikan, pelaku diduga berada di bawah pengaruh minuman keras saat kejadian. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa satu bilah clurit dan satu unit sepeda motor.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” jelasnya.

Sementara itu, dua rekan pelaku lainnya tidak terlibat langsung dalam aksi pembacokan, namun tetap dikenakan wajib lapor.

Kapolres juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya guna mencegah kenakalan remaja yang berujung tindak pidana.

“Peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sangat penting dalam mencegah terjadinya peristiwa serupa,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *